harga rumah murah -->

Tips Beli Rumah Bekas Untung Berlipat

Tips Beli Rumah Bekas Untung Berlipat


Properti adalah investasi yang banyak diminati karena menawarkan imbas hasil tinggi. Harga properti bahkan bisa melonjak 70% jauh melampaui instrumen investasi lainnya. Properti sendiri bisa untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang, bahkan bisa untuk jangka pendek jika anda lihai melihat peluang. Di sektor properti sendiri banyak jenisnya mulai rumah, apartemen, ruko, gedung perkantoran gudang, dan tanah/lahan.

Nah, bagi kamu yang mulai berbisnis properti, rumah second atau bekas pakai juga tidak kalah menguntungkan. Asalkan jeli, rumah second menjanjikan untung lumayan. Atau bagi anda yang bukan berbisnis, membeli rumah second untuk tempat tinggal bisa juga menjadi pilihan karena tentu harganya lebih murah dibandingkan anda beli rumah baru. Selain itu jika anda jeli ada bisa mendapatkan rumah yang harganya jauh lebih murah sehingga lebih hemat tentunya.. :-)

Berikut tips membeli rumah bekas dengan harga murah:


1. Beli Rumah Jual Butuh


Anda dapat membeli rumah second dengan harga serendah mungkin ke penjual yang sedang butuh uang, banyak alasan orang menjual asetnya. Diantaranya butuh untuk berobat, untuk bayar hutang maupun kebutuhan mendesak lainnya. Karena sedang butuh uang pasti ingin rumahnya cepat laku sehingga biasanya dijual dibawah harga pasaran. Rumah second biasanya harganya masih nego sehingga anda bisa menekan harga serendah mungkin. Penjual yang pada posisi jual butuh biasanya tidak banyak pilihan asal cepat laku.

Bagaimana mengidentifikasi penjual yang sedang butuh dengan yang jual santai?

>> Cek Kata kunci pada judul iklan maupun deskripsi <<


Ini yang benar-benar anda cermati dan harus jeli. Langkah pertama anda harus cek di Iklan rumah dijual baik di internet maupun koran. Saya sarankan melihatnya di internet karena lebih mudah dan efisien. Apa yang harus di cermati? anda harus mencari kata kunci rumah "jual cepat", "jual butuh", "jual segera", "Butuh Uang" ini adalah salah satu indikator bahwa pemilik sedang butuh dana segar segera, sehingga pemilik rumah merasa harus menginformasikan ke calon pembeli bahwa dia sedang butuh uang dan ingin rumahnya segera dibeli. Jika pemilik menggunakan jasa Agen Marketing untuk memasarkan rumahnya dia juga biasanya akan menginformasikan ke Agen Marketingnya agar rumahnya cepat dijual. Secara otomatis kata kunci "Dijual cepat" dan kata kunci lainnya digunakan agen marketingnya untuk mengiklankan rumah tersebut.

>> Cek Harga Rumah dan bandingkan dengan tipe yang sejenis <<


Jika anda berutung anda akan mendapatkan harga rumah yang miring lebih murah dari harga pasaran, tentu anda harus jeli.

2. Beli Rumah Rusak


Cara lain untuk memperoleh rumah dengan harga murah dan menguntungkan adalah membeli rumah yang sudah agak tua atau kondisinya sudah mulai rusak dengan harga semurah-murahnya. Kondisi rumah yang rusak adalah alasan untuk menekan harga serendah-rendahnya.

Setelah menjadi hak milik, perbaiki atau renovasi rumah itu. Kemudian rumah second rasa baru pun siap dihuni. :-).  Atau jual dengan harga tinggi. Harga beli rumah dan biaya renovasi merupakan komponen modal awalnya, untuk menentukan harga jual tinggal tambahkan nilai profit.

3. Beli rumah Lelang

Rumah lelang bank adalah rumah milik debitur bank yang ditawarkan secara lelang karena debitur itu gagal melunasi cicilan pinjaman kepada bank tersebut.
Mungkin Anda pernah tahu, bahwa beberapa bank mengadakan lelang rumah dan anda tertarik untuk membeli salah satunya namun masih ragu apakah rumah lelang itu sah atau apakah memiliki hunian yang dilelang itu aman? Sebenarnya, membeli rumah lelang sitaan bank bisa dikatakan amanlelang bank ada dasar hukumnya, sehingga dijamin keamanannya. Karena surat-surat rumah seperti IMB, sertifikat, PBB semua sudah jelas dan lengkap disediakan oleh bank. Sehingga anda sebagai calon pembeli tak perlu repot mengurusnya lagi. Malah, dengan membeli rumah lelang, terdapat keuntungan lain yang bisa didapat yaitu harganya jauh lebih murah daripada harga pasaran rumah pada umumnya karena bank hanya ingin agar hunian tersebut proses likuiditasnya cepat.

Bagaimana cara mendapatkan dan mengikuti lelang?
Sebenarnya anda tidak perlu cape-cape ikut lelang, datang ke bank tanya rumah lelang, atau datang ke Balai Lelang utuk mengetahui jadwal lelang. Semua itu melelahkan.. belum lagi anda harus melewati proses bidding yang kadang menguras emosi, sudah memberikan angka terbaik ternyata kalah lelang, ZONK deh hasilnya. Hehe.. Memang bagi yang tidak terbiasa mengikuti lelang akan merasa kesulitan dan kebingungan.
Anda bisa mendapatkan rumah lelang tanpa mengikuti lelang, gimana caranya? anda bisa menggunakan jasa agen properti rumah lelang, agen properti ini sama dengan marketing lainnya namun mengkhususkan dirinya menjadi agen properti lelang. Biasanya agen tersebut mempunyai listing rumah lelang yang cukup banyak.
Dimana anda bisa bertemu dengan agen tersebut? Tenang, anda tidak perlu cape-cape  kerumahnya atau ke kantornya, cukup Search aja di google atau portal jual-beli rumah. Jika menemukan rumah dengan harga tidak wajar (jauh lebih murah dari harga pasar) dan di desription ada keterangan dijual melalui lelang, berarti agen tersebut adalah agen rumah lelang. Segera hubungi agen tersebut untuk informasi lebih lanjut. Biasanya anda akan dibantu proses lelangnya sampai tuntas.

Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka:
https://www.cekaja.com/info/ini-tips-beli-rumah-bekas-yang-bisa-bikin-kamu-untung-berlipat/ diakses tanggal 29-10-16 20:00
http://www.lamudi.co.id/journal/lelang-rumah-sitaan-bank/ diakses tanggal 29-10-16 20:00

Lihat Rumah dilelang di Jabodetabek : >>RumahdiLelang<<

Anda ingin beli Rumah baru ? klik aja >>RumahDijual<<



Ada Hikmah Dibalik Musibah Banjir, Apa hubungannya dengan Rumah?

Ada Hikmah Dibalik Musibah Banjir, Apa hubungannya dengan Rumah?

Banjir di Jalan Pasteur Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: Infolalulitas.com @infoll

Musim hujan telah tiba, saat ini curah hujan cukup tinggi, hampir setiap hari turun hujan. Bahkan dibeberapa lokasi hujan turun sepanjang hari. Seperti yang kita ketahui banjir adalah musibah yang tidak asing lagi di Indonesia. Ada beberapa daerah yang serimg sekali dilanda banjir, salah satunya adalah jakarta. Bencana banjir memang sangat merugikan, terutama bagi yang terdampak, namun ada ada juga hikmah atau keuntungan bagi beberapa pihak. Apa itu?

Banjir Menyerang Semua Daerah


Banjir saat ini tidak hanya terjadi di Jakarta, namun hampir semua daerah di Indonesia. Dikota besar seperti Surabaya, Semarang Bandung pun tak luput dari bencana banjir. Bahkan banjir juga terjadi didaerah-daearah lain, seperti yang baru-baru unu banjir bandang terjadi di Garut. 

Banjir tidak hanya melanda kawasan kumuh atau padat penduduk, banjir pun juga melanda kawasan rumah mewah dan perkantoran.

Sebagai contohnya di Jakarta hampir setiap musim hujan selalu dilanda banjir. Tidak hanya di daerah padat penduduk namun juga di kawasan elit dan perkantoran. Bahkan dibeberapa titik selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Bahkan baru-baru ini tepatnya tanggal 24 Oktober 2016 kota Bandung di landa Banjir, tepatnya di Jl Pasteur. Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung, Jawa Barat sepanjang Senin membuat jalanan kota kembang tersebut terendam banjir. Melihat fenomena banjir yang sering terjadi di Indonesia, bagaimana nilai rumah / propertinya?

Harga Properti Turun


Musibah banjir tentunya mempengaruhi harga properti rumah yang ada dikawasan tersebut. Tentu anda sudah memprediksi bahwa harga properti rumah dikawasan banjir akan turun. Hal ini disebabkan orang yang akan berinvestasi properti rumah dikawasan banjir ini akan berpikir dua kali.

Perlu anda ketahui juga bahwa nilai properti dikawasan banjir tidak selamanya mengalami penurunan. Ada juga properti rumah di kawasan banjir yang harganya tetap baik. Meskipun demikian tentu properti yang berada dikawasa banjir kenaikannya lebih rendah dibanding properti rumah yang ada di kawasan bebas banjir.

Tentu banjir ini menjadi hikmah bagi ada yang berencana membeli properti dengan harga yang lebih murah, anda bisa menekan harga serendah mungkin kepada pemilik/penjual dengan alasan daerah rawan banjir.

Sebenarnya penurunan nilai properti tidak hanya disebabkan oleh banjir, turunnya harga properti juga dipengaruhi faktor lain, seperti arah pembangunan yang diluar dugaan. Jangan khawatir juga untuk membeli properti dikawasan banjir karena properti rumah dikawasan ini tidak akan benar-benar rugi.

Harga Properti Akan Kembali Naik

Pada umumnya, nilai properti di sebuah kawasan banjir akan terpengaruh ketika banjir tiba. Ini disebabkan properti rumah dan lingkungan yang terdampak banjir menjadi tidak memiliki nilai jual. meskipun demikian, harga properti akan naik kembali.

Biasanya nilai properti rumah akan kembali naik setelah beberapa waktu dari banjir sudah surut. hal ini memungkinkan karena properti rumah biasanya akan direnovasi setelah terkena banjir.

Banjir juga tidak akan melanda sepanjang tahun , artinya banjir hanya terjadi diwaktu musim hujan, hanya beberapa hari saja, itupun terjadi hanya saat curah hujan cukup tinggi. Bahkan dibeberapa lokasi terjadi banjir sifatnya hanya isidentil saja, misalnya karena tanggul jebol, atau saluran air tersumbat. Tentunya pemerintah setempat akan melakukan perbaikan dan kemungkinan besar banjir tidak terulang kembali.

Apalagi jika properti tersebut berada dilokasi yang sangat strategis, di dekat pintu tol misalnya, atau dipertigaan jalan utama. Tipe dan lokasi pun turut menentukan apakah properti tersebut akan naik atau turun.

Kalau anda, apakah tertarik membeli properti rumah dikawasan banjir karena harganya sedang turun?
Yuk berikan jawaban anda di kolam komentar.!

Temukan properti impian anda di Urbanindo

Anda juga dapat mencari properti impian anda disitus Rumahdijual,com

#Banjir #Bandung #Jakarta #Hargarumah #propertimurah




Kenapa Harga Rumah Naik?



“Jangan menunggu untuk membeli properti, belilah properti dan tunggulah.”
(T Harv Eker)


Apa yang menjadi faktor penyebab harga rumah selalu naik setiap tahunnya? Berikut ini lima faktor penyebab kenaikan harga rumah yang dirangkum dari profperti.com.
Siapa saja pasti tahu jika harga properti setiap tahunnya pasti akan naik, apapun itu, dan apapun bentuknya. Khususnya rumah, yang setiap orang atau keluarga membutuhkannya sebagai salah satu kebutuhan primer (papan), merupakan salah satu properti yang dipastikan naik setiap tahunnya. Tak terkecuali dengan rumah seken (rumah bekas).
Ekstremnya, kenaikan harga rumah bisa mencapai 10% hingga 35% per tahun, terkadang tanpa pernah diketahui apa yang mendasarinya.
Bagi Anda yang saat ini sedang berjuang untuk memiliki rumah, tentu saja kabar tersebut kian menambah berat perjuangan Anda. Tapi apapun, justru hal itu harus dijadikan sebagai motivasi untuk mencari dan mendapatkan rumah pertama Anda.

1.  INFLASI

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, hingga terjadinya ketidaklancaran dalam distribusi barang, yang pada gilirannya menyebabkan menurunnya nilai mata uang secara kontinyu.
Bahasa gamblangnya, dengan nilai mata uang yang turun secara kontinyu, mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat. Kondisi tersebut kemudian membuat harga material sebagai salah satu komponen pembiayaan developer meningkat, para karyawan pada developer tersebut pun akan menuntut penyesuaian biaya hidup yang semakin mahal.
Sehingga, mau tidak mau kenaikan harga properti menjadi win win solution, meskipun dampaknya tentu saja golongan yang sedang mencari rumah semakin kesulitan mendapatkan rumah.
Menurut catatan yang dirilis Bank Indonesia, sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2013 sebesar 4,5% dengan deviasi ± 1% dan tercatat inflasi aktual pada tahun tersebut sebesar 8,38%. Sementara sasaran inflasi tahun 2014 sebesar 4,5% dengan deviasi ± 1% dan tercatat inflasi aktual pada tahun tersebut sebesar 8,36%.
Jika melihat trend tersebut, maka jelas kenaikan harga rumah sebenarnya jauh diatas inflasi itu sendiri. Namun tetap saja, inflasi dianggap menjadi faktor utama yang paling sah terhadap kenaikan harga rumah.

2.  DEMAND

Harus diakui bahwa faktor demand (kebutuhan) ini tidak lepas dari Angka Harapan Hidup rakyat Indonesia yang semakin meningkat setiap dasawarsanya. Angka harapan hidup itu sendiri adalah perkiraan jumlah tahun hidup dari individu yang berdiam di suatu wilayah dari sekelompok mahluk hidup tertentu.
Angka harapan hidup, yang terhitung untuk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk tahun 1971 adalah 47,7 tahun, artinya bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1971 (periode 1967-1969) akan dapat hidup sampai usia 47 atau 48 tahun.
Tetapi bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1980 mempunyai usia harapan hidup yang lebih panjang, yakni hingga usia 52,2 tahun, dan meningkat lagi menjadi hingga usia 59,8 tahun untuk bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1990. Sedangkan, bayi yang dilahirkan tahun 2000 angka harapan hidupnya mencapai usia 65,5 tahun. Sehingga, angka harapan hidup tentu saja akan berkorelasi terhadap pertumbuhan jumlah penduduk.
Peningkatan angka harapan hidup tersebut mencerminkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia selama 30 tahun terakhir, yaitu mulai tahun 1970-an sampai tahun 2000-an. Hal tersebut tidak lain berkat upaya pemerintah yang melakukan program pembangunan kesehatan, maupun program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori, termasuk pemberantasan kemiskinan.
Meningkatnya kesejahteraan rakyat Indonesia yang tercermin melalui angka harapan hidup tersebut, disertai dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia, tentunya menuntut pemenuhan kebutuhan akan rumah sebagai tempat tinggal.
Namun faktanya masih terjadi ketimpangan rasio antara ketersediaan rumah dengan jumlah KK (Kepala Keluarga) yang membutuhkan rumah. Hal tersebut dibaca para pengembang properti sebagai peluang untuk terus menaikkan harga properti yang dijualnya.

3.  SUPPLY

Menyimak poin demand diatas, tentunya menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan supply(pasokan) rumah melalui berbagai program, salah satunya program 1 Juta Rumah Bersubsidi bagi Golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh Kemenpera.
Saat ini saja, masih terjadi backlog rumah yang menurut catatan BPS dan Bappenas Tahun 2014 sebesar 13,5 juta unit berdasarkan konsep kepemilikan, dan ditargetkan turun menjadi 6,8 juta unit pada tahun 2019.
Dalam rangka memenuhi demand tersebut, sangat jelas pemerintah memiliki keterbatasan, salah satunya menyangkut anggaran. Oleh karenanya, peran swasta tidak bisa lepas bersama-sama dengan pemerintah dalam menyiapkan pemenuhan kebutuhan akan rumah. Pemerintah perlu memberikan insentif bagi pihak swasta yang turut andil menyiapkan hunian melalui regulasi yang kondusif terhadap investasi.
Dilain pihak, swasta atau dalam hal ini developer juga harus taat terhadap aturan yang ada, harus pula mengikuti kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable development). Alih-alih membantu Pemerintah, namun menggadaikan ruang yang serba terbatas untuk memaksimalkan keuntungan dengan mengorbankan aspek kenyamanan konsumen. Tentu itu tidak diharapkan.
Maka, masih adanya gap atau ketidakseimbangansupply dan demand tersebut membuat harga properti, khususnya harga rumah setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. 

4.  INVESTASI

Tak dapat dipungkiri lagi, jika rumah selain sebagai pemenuhan kebutuhan primer setiap orang, juga dapat dijadikan sebagai sarana atau alat investasi. Umum dijumpai, atau sering kita dengar, ada orang yang memiliki rumah lebih dari satu. Rumah kedua dan seterusnya dijadikan sebagai alat investasi, seperti disewakan atau dikontrakkan, atau bahkan dijual ketika telah lewat beberapa tahun, setelah dianggap memberikan keuntungan.
Ada satu kawasan perumahan yang ketika dilepas perdana untuk tipe 45/90 dihargai Rp 600 juta, tidak sampai enam bulan, sudah bisa dijual dengan harga Rp 800 juta, dan setahun kemudian sudah diatas angka Rp 1 miliar.
Masih pada kawasan yang sama, meski rumah tidak ditinggali konsumen, namun oleh pengelola dikenakan biaya pemeliharaan lingkungan sebesar Rp 500 ribu per bulan, serta ditambah denda Rp 500 ribu per bulan jika tidak ditinggali. Hebatnya, Rp 1 juta per bulan tetap dibayar meski tidak ditinggali. Apa namanya jika itu bukan untuk maksud investasi.
Value yang dimiliki oleh rumah itulah yang menyebabkan orang tertarik untuk menjadikan rumah sebagai sarana investasi.

5.  LOKASI

“Posisi menentukan prestasi!”, mungkin Anda hafal dengan idiom saat zaman sekolah atau zaman kuliah dulu. Meski berkonotasi negatif, tapi ya itulah salah satu idiom yang paling dikenal siswa maupun mahasiswa.
Idiom tersebut mengandung makna jika dapat memilih posisi yang tepat saat ujian, dalam arti posisinya dekat dengan teman yang pandai dan tidak pelit memberikan jawaban, maka hasil ujian pun akan baik.
Idiom tersebut menggambarkan, rumah yang berada di dalam sebuah kawasan perumahan dan berada di lokasi yang strategis, merupakan salah satu faktor naiknya harga rumah setiap tahun. Rumah strategis diidentikkan dengan rumah yang berada pada kawasan yang telah tumbuh, serta telah tersedia berbagai fasilitas kota, seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, perniagaan, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan seterusnya.
Itulah kelima faktor yang menyebabkan mengapa harga properti, khususnya rumah selalu mengalami kenaikan harga setiap tahunnya.

Penyadur:
Andri Susanto (Founder www.alifpropertisyariah.com)

Sumber:





Ingin mendapatkan Diskon?

Masukkan Email Anda dan dapatkan Info Diskon Special dari kami

Jual tanah kavling syariah, jual rumah syariah, jual ruko syariah,kpr syariah tanpa riba